





Karawang, 6 Mei 2012 - kami sekeluarga kecuali ayah pergi bertamasya ke taman kota (ishh gaya bener penulisannya) . Sudah hampir 2 bulan ga pulang ke karawang, diajakin jalan-jalan. amazing banget liat Karawang sekarang. kalo kata lagu nih yee “Karawangku dulu tak begini~ …” gimana engga , keluar dari tol Karawang Barat yang tadinya masih banyak hamparan sawah, sekarang udah jadi hamparan perumahan dan tempat makan. jujur sebagai mahasiswa pertanian, miris ngeliatnya. Di Karawang udah terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan industri. Berdasarkan data dari Bapak Aji sebagai Pembicara Kajian Pertanian (9/5) , dikatakan bahwa di Jawa Barat terdapat 3000 ha lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan perumahan dan industri.
Adeuh kenapa jadi kaya kuliah pengembangan masyarakat aja -.- . lanjut cerita tamasya yaaaa :D
iya, baru tau kalo di Karawang ada yang namanya Taman Kota. si Adan suka gembar-gembor tuh kalo di rumah.
ini gambaran si Taman Kota :




yah setidaknya, kemajuanlah ya Karawang punya Taman Kota. oia tiket masuknya Rp 2500 untuk semua umur . V
Visit Karawang - haha
Abstrak
Kemiskinan merupakan permasalahan yang tidak kunjung menemukan titik solusinya. Angka kemiskinan yang cukup tinggi di Indonesia menjadi indikator bahwa pemerintah belum memaksimalkan upaya penanggulangan kemiskinan. Banyak sekali faktor penyebab kemiskinan di Indonesia. Salah satunya adalah rendahnya tingkat pendidikan. Desa merupakan sesuatu yang sering dikaitkan dengan kemiskinan. Hal ini dikarenakan, masyarakat desa pada umumnya memiliki pendidikan yang rendah dibandingkan dngan masyarakat perkotaan. Tingkat partisipasi masyarakat desa untuk mengenyam bangku sekolah yang cukup rendah mengakibatkan rendahnya kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keterkaitan kemiskinan dengan partisipasi masyarakat desa dalam memperoleh pendidikan sebagai upaya peningkatan taraf hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Indonesia sebagian besar hanya berada pada usia 7-15 tahun, yaitu pada tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya keterbatasan biaya sekolah yang mahal serta pola pikir masyarakat desa yang masih subsisten. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan data sekunder.
Kata Kunci : Kemiskinan, masyarakat desa, pendidikan, partisipasi masyarakat
Pria istimewa itu jujur
Pria istimewa itu tidak merokok
Pria istimewa itu gemar menulis
Pria istimewa itu memberikan tempat duduknya untuk lansia/ibu hamil/anak-anak
Pria istimewa itu memberikan pundaknya untuk dijadikan sandaran
Pria istimewa itu mengucapkan terima kasih
Pria istimewa itu mengucapkan maaf
Pria istimewa itu menyatakan perasaannya dengan berani
Pria isimewa itu mengecup kening ibundanya ketika berpamitan
Pria istimewa itu kamu, dia, dan mereka
:)
sebenernya masih banyak yang perlu kita bicarakan. hanya sekedar duduk santai. bertanya kabar dan selesai.